Lihat! Pak
Jerapah yang sombong dan angkuh lewat. Tetangga yang ada didekatnya tak satu
pun disapanya. Kepada mereka, ia sama sekali tak menaruh rasa hormat. Untung
para tetangga tak begitu menggubrisnya.
“Sssstt... tuh
lihat, si Sombong lewat!”
“Biar, barangkali kita dianggapnya lalat.”
“heran ya... dia itu tetangga baru.”
“Betul, mestinya harus menyatu.”
“mungkin
lehernya terlalu panjang, sehingga matanya jauh diatas sana.”
“kurasa tidak! Dia memang suka nampang.”
“yang jelas, dia lebih jangkung dari kita semua.”
“Yang penting,
dia tidak menggagu kita. Buat apa kita mesti mengurusi dia. Ayolah kita
meneruskan pekerjaan, agar keluarga kita hidup berkecukupan.”