Cerpen Persahabatan Tikus dan Hiu

|


               Tersebut seekor tikus yang mempunyai keinginan untuk mengetahui keindahan lautan dan mengenal makhluk-makhluk yang ada di laut. Di dorong keinginan dan tekad yang kuat akhirnya tikus berhasil membuat perahu untuk pergi berlayar. Dengan ucapan “bismillahhirohmanirrohim” dimulai perjalanan menuju lautan. Ketika tikus sedang menikmati keindahan lautan tiba-tiba.... “wuz...wuz....” angin datang dengan kencang disertai ombak yang besar. “Wuz..... wuuzzz...” badai laut yang dahsyat ternyata membuat perahu terbalik dan tikus pun terlempar dari dalamnya. “aaaa... tolong...tolong....” teriak tikus dengan sekuat tenaga, Tikus mencoba meraih perahu untuk menyelamatkan diri. “Tolong... tolong...tolong....” dengan suara yang parau walau sebagian tubuhnya tenggelam. Dan suasana laut pun menjadi tenang.
         
Tidak beberapa lama kemuadian melintas seekor Hiu besar dan melihat ada seekor tikus yang hampir Tenggelam. Maka dihampirinya tikus itu. “Kawan.. apa gerangan yang sudah terjadi ?” Tanya Hiu. “Tolong aku.... Ombak yang besar telah membalikan perahuku..... tolong aku teman” jawab Tikus “baiklah ... aku akan menolongmu, naiklah keatas kepala ku kawan” kata Hiu.
          Dengan hati-hati Hiu mengangkat tikus dengan kepala. Akhirnya tikus pun berhasil selamat dengan pertolongan Hiu. Mereka kemudian berkeliling-keliling di lautan sambil menceritakankeadaan tempat tinggal masing-masing. Tikus bercerita daratan yang indah dihiasi oleh pegunungan, hutan dan mahluk-mahluk yang ada di dalamnya. Demikian juga Hiu menceritakan tentang indahnya kehidupan di bawahlaut. Tak terasa waktu yang memisahkan mereka. Hiu pun mengantarkan Tikus pada perahu yang sudah dibalikan kembali.
“Selamat tinggal teman.... jasamu tak akan kulupakan” Kata Tikus.
“Selamat jalan kawan.... semoga selamat sampai daratan” Jawab Hiu.
Akhirnya mereka berpisah dengan membawa kenangan yang indah.
          Beberapa waktu berselang., kehidupan telah mereka jalani seperti biasa tiba-tiba Tikus rindu akan laut. Dia berjalan jalan menyusuri pantai dan teringat dengan sahabatnya Hiu. Ketika Tikus sedang asyik berjalan tiba-tiba dia melihat benda hitam besar dan bergerak di tepi pantai. Setelah di dekati ternyata benda yang besar itu adalah Hiu sahabatnya. “Kawan... masih ingatkah padaku...?”... gelombang besar telah menyretku kepantai, tolong aku kawan, pinta Hiu, Tikus segera mendekati temannya yang sedang mengharapkan bantuannya.
“Aku selalu ingat padamu teman, dulu kamu sudah menolongku, sekarang aku yang akan menolongmu” bertahanlah teman.....” jawab Tikus.
          Dan tanpa membuang waktu Tikus berlari kehutan mencari pertolongan. Sampai dihutan, betemulah dengan seekor ular “ular temanku.... tolong aku, sahabatku hiu terdampar di pantai dan harus secepatnya kembali ke laut!” pinta Tikus. “ssss...sss Tikus, aku pengen menolong , tapi apa daya tubuh ku kecil “kata si Ular. Dengan perasaan kecewa Tikus berlari lagi menjumpai seekor singa. Lagi-lagi singa pun tak sanggup menolong Hiu. Maka dengan perasaan sedih dan lelah sampailah Dia pada dua ekor gajah yang sedang makan. “uh...uh...uh... Gajah yang baik tolongla teman saya kalo tidak secepatnya di tolong dia akan mati “ujar tikus dengan nafas tersenggal-senggal “uuueee.... sudah...sudah..., coba ceritakan apa yang terjadi kalo kami mampu, kami janji akan membantu” ujar Gajah.
          Tikuspun menceritakan kejadiannya. Dan ternyata Gajah sanggup untuk membantu. Maka dengan secepatnya mereka bergegas menuju pantai. Dan dilihatnya Hiu sedang menggelepar-gelepar menuggu bantuan. Tanpa membuang waktu Gajah pun melaksanakn tuganya Menyeret Hiu masuk ke laut. Byuuur.... tubuh Hiu yang besar itu pun tercebur ke laut. Hiu merasakan kekuatannya kembali lagi. Dia pun bergerak kian kemari tanda gembira sambil mengibas-ibaskan ekornya. “alhamdulillah .... terima kasih kawan. Kalian telah menyelamatkan aku.....” Teriak Hiu. “sama-sama  ..... melihat kamu selamat, kamipun senang” jawab Gajah. “Teman... dulu kamu telah menyelamatkan aku sekarang aku yang menyelamatkanmu. Mudah-mudahan mahluk yang lain pun bisa bersahabat seperti kita” kata tikus.
          Merekapun saling mengucapkan terima kasih dan memuji syukur kepada alloh yang telah menyelamatkan mereka dan menjadikan mereka sahabat. Akhirnya waktu untuk berpisah tibalah. Tapi hati mereka sangatlah senang karena telah tercipta saling tolong menolong walaupun mereka berbeda tempat.
          Demikian kisah persahabatan Tikus dan Hiu walaupun mereka berbeda tempat, tapi mereka bisa menjadi sahabat karena dalam diri mereka terdapat sifat terpuji yang kita ambil contoh.

0 komentar:

Posting Komentar