Tersebut
seekor tikus yang mempunyai keinginan untuk mengetahui keindahan lautan dan
mengenal makhluk-makhluk yang ada di laut. Di dorong keinginan dan tekad yang
kuat akhirnya tikus berhasil membuat perahu untuk pergi berlayar. Dengan ucapan
“bismillahhirohmanirrohim” dimulai perjalanan menuju lautan. Ketika tikus
sedang menikmati keindahan lautan tiba-tiba.... “wuz...wuz....” angin datang
dengan kencang disertai ombak yang besar. “Wuz..... wuuzzz...” badai laut yang
dahsyat ternyata membuat perahu terbalik dan tikus pun terlempar dari dalamnya.
“aaaa... tolong...tolong....” teriak tikus dengan sekuat tenaga, Tikus mencoba
meraih perahu untuk menyelamatkan diri. “Tolong... tolong...tolong....” dengan
suara yang parau walau sebagian tubuhnya tenggelam. Dan suasana laut pun
menjadi tenang.
Dengan hati-hati Hiu mengangkat tikus
dengan kepala. Akhirnya tikus pun berhasil selamat dengan pertolongan Hiu.
Mereka kemudian berkeliling-keliling di lautan sambil menceritakankeadaan
tempat tinggal masing-masing. Tikus bercerita daratan yang indah dihiasi oleh
pegunungan, hutan dan mahluk-mahluk yang ada di dalamnya. Demikian juga Hiu
menceritakan tentang indahnya kehidupan di bawahlaut. Tak terasa waktu yang
memisahkan mereka. Hiu pun mengantarkan Tikus pada perahu yang sudah dibalikan
kembali.
“Selamat
tinggal teman.... jasamu tak akan kulupakan” Kata Tikus.
“Selamat
jalan kawan.... semoga selamat sampai daratan” Jawab Hiu.
Akhirnya
mereka berpisah dengan membawa kenangan yang indah.
Beberapa waktu berselang., kehidupan
telah mereka jalani seperti biasa tiba-tiba Tikus rindu akan laut. Dia berjalan
jalan menyusuri pantai dan teringat dengan sahabatnya Hiu. Ketika Tikus sedang
asyik berjalan tiba-tiba dia melihat benda hitam besar dan bergerak di tepi
pantai. Setelah di dekati ternyata benda yang besar itu adalah Hiu sahabatnya.
“Kawan... masih ingatkah padaku...?”... gelombang besar telah menyretku
kepantai, tolong aku kawan, pinta Hiu, Tikus segera mendekati temannya yang
sedang mengharapkan bantuannya.
“Aku selalu ingat padamu teman, dulu kamu sudah menolongku, sekarang aku yang akan menolongmu” bertahanlah teman.....” jawab Tikus.
“Aku selalu ingat padamu teman, dulu kamu sudah menolongku, sekarang aku yang akan menolongmu” bertahanlah teman.....” jawab Tikus.
Dan tanpa membuang waktu Tikus berlari
kehutan mencari pertolongan. Sampai dihutan, betemulah dengan seekor ular “ular
temanku.... tolong aku, sahabatku hiu terdampar di pantai dan harus secepatnya
kembali ke laut!” pinta Tikus. “ssss...sss Tikus, aku pengen menolong , tapi
apa daya tubuh ku kecil “kata si Ular. Dengan perasaan kecewa Tikus berlari
lagi menjumpai seekor singa. Lagi-lagi singa pun tak sanggup menolong Hiu. Maka
dengan perasaan sedih dan lelah sampailah Dia pada dua ekor gajah yang sedang
makan. “uh...uh...uh... Gajah yang baik tolongla teman saya kalo tidak
secepatnya di tolong dia akan mati “ujar tikus dengan nafas tersenggal-senggal
“uuueee.... sudah...sudah..., coba ceritakan apa yang terjadi kalo kami mampu,
kami janji akan membantu” ujar Gajah.
Tikuspun menceritakan kejadiannya. Dan
ternyata Gajah sanggup untuk membantu. Maka dengan secepatnya mereka bergegas
menuju pantai. Dan dilihatnya Hiu sedang menggelepar-gelepar menuggu bantuan.
Tanpa membuang waktu Gajah pun melaksanakn tuganya Menyeret Hiu masuk ke laut.
Byuuur.... tubuh Hiu yang besar itu pun tercebur ke laut. Hiu merasakan
kekuatannya kembali lagi. Dia pun bergerak kian kemari tanda gembira sambil
mengibas-ibaskan ekornya. “alhamdulillah .... terima kasih kawan. Kalian telah
menyelamatkan aku.....” Teriak Hiu. “sama-sama
..... melihat kamu selamat, kamipun senang” jawab
Gajah. “Teman... dulu kamu telah menyelamatkan aku sekarang aku yang
menyelamatkanmu. Mudah-mudahan mahluk yang lain pun bisa bersahabat seperti
kita” kata tikus.
Merekapun saling mengucapkan terima
kasih dan memuji syukur kepada alloh yang telah menyelamatkan mereka dan
menjadikan mereka sahabat. Akhirnya waktu untuk berpisah tibalah. Tapi hati
mereka sangatlah senang karena telah tercipta saling tolong menolong walaupun
mereka berbeda tempat.
Demikian kisah persahabatan Tikus dan
Hiu walaupun mereka berbeda tempat, tapi mereka bisa menjadi sahabat karena
dalam diri mereka terdapat sifat terpuji yang kita ambil contoh.

0 komentar:
Posting Komentar