Lihat! Pak
Jerapah yang sombong dan angkuh lewat. Tetangga yang ada didekatnya tak satu
pun disapanya. Kepada mereka, ia sama sekali tak menaruh rasa hormat. Untung
para tetangga tak begitu menggubrisnya.
“Sssstt... tuh
lihat, si Sombong lewat!”
“Biar, barangkali kita dianggapnya lalat.”
“heran ya... dia itu tetangga baru.”
“Betul, mestinya harus menyatu.”
“Biar, barangkali kita dianggapnya lalat.”
“heran ya... dia itu tetangga baru.”
“Betul, mestinya harus menyatu.”
“mungkin
lehernya terlalu panjang, sehingga matanya jauh diatas sana.”
“kurasa tidak! Dia memang suka nampang.”
“yang jelas, dia lebih jangkung dari kita semua.”
“kurasa tidak! Dia memang suka nampang.”
“yang jelas, dia lebih jangkung dari kita semua.”
“Yang penting,
dia tidak menggagu kita. Buat apa kita mesti mengurusi dia. Ayolah kita
meneruskan pekerjaan, agar keluarga kita hidup berkecukupan.”
Pake jerapah meneruskan langkahnya.
pohon buni yang menjadi tujuannya.
Buah buni adalah makanan kesukaanya.
Buah buni manis dan asam rasanya.
“ ayo aku ikut,”
katak mengajar kura-kura pergi.
“ ke mana?” tanya kura-kura heran.
“ sudahlah, ikuti saja” jawab ktak mnyeriangai.
“ Ayolah,” kata kura-kura penuh keraguan.
“ ke mana?” tanya kura-kura heran.
“ sudahlah, ikuti saja” jawab ktak mnyeriangai.
“ Ayolah,” kata kura-kura penuh keraguan.
Pak katak berjalan
cepat.
terkadang ia berjalan sambil melompat.
pak kura-kura hampir ketinggalan karena jalannya lamban.
terkadang ia berjalan sambil melompat.
pak kura-kura hampir ketinggalan karena jalannya lamban.
Sementara itu
pak lndak sedang duduk santai.
terdengar pintu diketuk suara ramai.
“siapa diluar?” tanya pak landak.
“saya pak,” terdengar suara pak katak.
terdengar pintu diketuk suara ramai.
“siapa diluar?” tanya pak landak.
“saya pak,” terdengar suara pak katak.
“Oh kalian, mari
masuk,” ajak pak landak.
“terimakasih pak,” katak dan kura-kura menjawab serentak.
mereka segara masuk kedalam rumah.
pak landak menyambut mereka dengan ramah.
“terimakasih pak,” katak dan kura-kura menjawab serentak.
mereka segara masuk kedalam rumah.
pak landak menyambut mereka dengan ramah.
Pak katak
menceritakan keseombongan pak jerapah.
kura-kura mendengarkannya dengan resah sampai pak katak bercerita tuntas.
pak landak mendengarkan sambil menahan nafas.
kura-kura mendengarkannya dengan resah sampai pak katak bercerita tuntas.
pak landak mendengarkan sambil menahan nafas.
Esoknya pak
jerapah lewat seperti biasa.
pohon buni tujuannya yang pasti.
pak landak tengkurap di tempat yang agak terbuka agar pak jerapah bisa menginjak punggunya yang berduri.
pohon buni tujuannya yang pasti.
pak landak tengkurap di tempat yang agak terbuka agar pak jerapah bisa menginjak punggunya yang berduri.
“Aduh...
tolong... !” terdengar teriakan pak jerapah.
kakinya sakit dan mengeluarkan darah.
tetangga pak jerapah menjadi terkejut.
ada juga yang melihatnya dengan rasa takut.
kakinya sakit dan mengeluarkan darah.
tetangga pak jerapah menjadi terkejut.
ada juga yang melihatnya dengan rasa takut.
“maafkan
kesombonganku selama ini. Aku memang tidak pernah melihat ke bawah, sehingga
kakiku menginjak duri. Aku berjanji, mulai saat ini sifatku yang jelak akan
kuubah.”
“tubuh saya memang berduri kok....,” kata pak
landak.“ha...ha... ha.. !” tawa mereka serempak.
kini ak jerapah telah menyadari kekkeliruannya.
sekali lagi ia berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.

0 komentar:
Posting Komentar